Bayi Mandi pakai Air Dingin Lebih Sehat? Cek Faktanya!
Apakah MomsKu pernah mendengar anggapan bahwa bayi mandi pakai air dingin bisa membuat tubuh si Kecil jadi lebih kuat, kebal, dan sehat?
Mitos ini cukup sering beredar di kalangan masyarakat. Namun, secara medis, anggapan ini kurang tepat.
Bayi baru lahir hingga usia balita belum memiliki sistem pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) yang sempurna.
Ketika bayi mandi pakai air dingin, tubuhnya akan kehilangan panas dengan sangat cepat, sehingga berisiko mengalami hipotermia dan menggigil.
Bahaya dan Risiko Bayi Mandi pakai Air Dingin

Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi mandi pakai air dingin sangat tidak dianjurkan karena dapat memicu gangguan kesehatan.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa MomsKu perlu menghindari kebiasaan bayi mandi pakai air dingin:
Mempercepat Penurunan Suhu Tubuh: Kulit dan lapisan lemak bayi masih sangat tipis, sehingga bayi mandi pakai air dingin akan langsung menyerap suhu dingin tersebut.
Menyebabkan Bayi Stres dan Menggigil: Suhu air yang terlalu rendah membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan menangis histeris.
Risiko Hipotermia: Suhu tubuh yang drastis turun akibat bayi mandi pakai air dingin dapat mengganggu fungsi organ tubuh si Kecil.
IDAI menganjurkan suhu air mandi bayi yang ideal adalah sekitar 37°C. Proses mandi sebaiknya dilakukan dalam ruangan hangat bertemperatur di atas 25°C dengan durasi singkat, tidak lebih dari 5 menit.
Suhu Air yang Tepat Saat Bayi Mandi
Agar momen mandi terasa menyenangkan, pastikan suhu air mandi bayi berada di rentang 37°C hingga 38°C (suam-suam kuku). Suhu air yang pas akan membantu si Kecil merasa rileks dan tenang.
Sebaliknya, hindari juga penggunaan air yang terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit bayi menjadi merah, rentan kering dan membuat si kecil menjadi tidak nyaman.
Panduan Penggunaan Sabun, Sampo, dan Pelembap Bayi
Selain menghindari praktik bayi mandi pakai air dingin, MomsKu juga wajib memperhatikan perawatan kulit si Kecil selama mandi.
Kulit bayi yang sensitif membutuhkan produk perawatan khusus yang lembut. Berikut beberapa tips yang bisa MomsKu jalani:
1. Memilih Sabun Mandi Bayi
Gunakan sabun khusus bayi dengan pH netral (sekitar 5,5) serta bebas dari kandungan parfum dan pewarna buatan.
Hindari bahan keras: Jangan gunakan sabun antiseptik (seperti fenol atau kresol), deodoran (triklosan, heksaklorofen), atau detergen keras seperti Sodium Lauryl Sulphate (SLS) dan Sodium Laureth Sulphate (SLES) yang berisiko mengiritasi kulit.
2. Memilih Sampo Bayi
Pilihlah formula sampo yang tidak pedih di mata.
Gunakan sampo berbahan surfaktan lembut yang aman untuk kulit kepala bayi, seperti cocamidopropyl betaine atau natrium lauril propinat.
3. Perawatan Pelembap (Moisturizer)
Penggunaan pelembap sangat disarankan sejak bayi baru lahir untuk memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Aplikasikan pelembap berbentuk krim tanpa parfum setidaknya 2 kali sehari setelah mandi. MomsKu dapat mengoleskannya lebih sering apabila cuaca sedang dingin, kering, atau saat si Kecil mengalami gejala eksema.
Referensi:
Lengkapi Momen Mandi Si Kecil dengan Kelembutan Handuk YUKUMA!

Setelah memastikan si Kecil mandi dengan suhu air hangat yang pas dan mengeringkan tubuhnya dengan lembut, langkah penting berikutnya adalah memilih perlengkapan kering yang aman bagi kulit sensitifnya.
Terinspirasi dari kenyamanan pemandian air panas Jepang (onsen), KUMA KUMA menghadirkan handuk terbaru YUKUMA PureCell Cotton yang dirancang khusus untuk memeluk tubuh mungil si Kecil dengan kelembutan paripurna.
Dibuat dari 100% kapas murni berteknologi Deep Infused, handuk YUKUMA memiliki daya serap tinggi yang mampu menyerap air hingga dua kali beratnya, serta dilengkapi perlindungan anti-bakteri agar tetap higienis.
Yuk, berikan sentuhan senyaman uap onsen yang aman, lembut, dan bebas iritasi untuk mengeringkan tubuh si Kecil setiap hari dengan YUKUMA PureCell Cotton dari KUMA KUMA!
Link Pembelian:
Checkout via Shopee
Checkout via Website
